09.06
|
Posted by Unknown
Enak dibaca, mudah dicerna, diksinya ringan tapi sangat bermakna, ini dia puisi karya Sapardi Djoko Damono :)Yuuuk baca!
AKU INGIN
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
PADA SUATU HARI NANTI
pada suatu hari nantijasadku tak akan ada lagitapi dalam bait-bait sajak ini kau takkan kurelakan sendiri
pada suatu hari nanti suaraku tak terdengar lagitapi di antara larik-larik sajak ini kau akan tetap kusiasati
pada suatu hari nantiimpianku pun tak dikenal laginamun di sela-sela huruf sajak inikau takkan letih-letihnya kucari
GADIS KECIL
Ada gadis kecil diseberangkan gerimis
di tangan kanannya bergoyang payung
tangan kirinya mengibaskan tangis
di pinggir padang,ada pohon dan seekor burung…
DALAM BIS
langit di kaca jendela bergoyangterarah ke mana wajah di kaca jendela yang dahulujuga mengecil dalam pesona sebermula adalah katabaru perjalanan dari kota ke kota demikian cepat kita pun terperanjat waktu henti ia tiada…
HATIKU SELEMBAR DAUN
hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini;
ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput;
sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi.
Perahu Kertas,Kumpulan Sajak,1982.
KETIKA JARI-JARI BUNGA TERLUKA
Ketika Jari-jari bunga terluka mendadak terasa betapa sengit, cinta kita cahaya bagai kabut, kabut cahaya di langit menyisih awan hari inidi bumi meriap sepi yang purba ketika kemarau terasa ke bulu-bulu matasuatu pagi, di sayap kupu-kupu disayap warna, suara burung di ranting-ranting cuaca bulu-bulu cahaya betapa parah cinta kita mabuk berjalan diantara jerit bunga-bunga rekah…Ketika Jari-jari bunga terbuka mendadak terasa betapa sengit, cinta kita cahaya bagai kabut, kabut cahaya di langit menyisih awan hari inidi bumi meriap sepi yang purba ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata
BUAT NING
pasti datangkah semua yang ditunggudetik-detik berjajar pada mistar yang panjang barangkali tanpa salam terlebih dahulujanuari mengeras di tembok itu jugalalu desember…musim pun masak sebelum menyala cakrawalatiba-tiba kita bergegas pada jemputan itu