Blue Hikers! Jaya!

Salam lestari semuaaaa, siang ini saya mau berbagi cerita .. foto dibawah ini adalah saudara-saudari angkatan p blue hikers, kami semua masih angkatan muda dan sedang dalam proses mabim, do'ain ya semoga lancar sampai penomoran nanti .. kalo yang kepo apa itu blue hikers tinggal follow akun twiter kami di @bluehikers :) 


Nah, dari kiri ke kanan yaa perkenalannya : @infoalwin, @aji_hileud, @charlachrist, @chraniprmt, @hagariaa, @riridhaaa, @muhammadagung_, @iqraardini, @rezkamedhya, @fairuzgnm (saya), @fitriadiningrat, @ekawindarachmaw, @ilhmbdhmn, dan yang pegang panji @gemafebrian



 Ini foto kami saat di sc (student center) sebelum pergi ke lapangan, ceritanya push up sambutan dari senior-senior laaaah, lumayan cape tapi gapapa kan pingin langsing :D



 Nah ini senior-senior kami, malah perintis blue hikersnya juga hadir, beliau biasa di sapa Abah Donny (tiga dari kiri) 


 Ini saat kami akan melakukan e-sar di lapangan


 Nah, yang ini kami sedang berada di sungai ceritanya sih mandi masal tapi carrier dan semua perlengkapan masih tetap dipakai (gak kebayang kan beratnya --")


Masih ditempat yang sama, kami sikat gigi masal dan gigi saya sedang dibersihkan oleh teh winda :p 


 Nah ini dia sebuah karya yang gak akan pernah terlupakan, ini namanya bivak alam, kalo diamati dari jauh sih memang kaya tumpukan sampah, padahal yang didalem trash bag itu kaki saya looooh :D  Jangan sekali-kali bikin beginian ya kalo gak dalam keadaan survival, selain sayang sama tumbuhan tidur di kasur jauh lebih enak kok hehe (gausah ditanya lagi kali yak :p )


Ini dia puncaknya!, panitia = saudara .. kan udah samaan syalnya :D

Sebenernya masih banyak banget foto-fotonya, tapi karena lagi males segini aja deh yaa :))
Makasih banyak, wassalam ..


Read Users' Comments (0)

Februari duaribu sebelas

Sebuah puisi dari seseorang yang tak bisa disebut penulisnya,

Tidak kau pandangi aku di seberang sini
Berkali jalani roman yang kini kau rupai
Maafkan aku yang mendusta
Bernafas ria saat tengelam

Aku hanya mencoba tumbuh dewasa
Bertualang di lembah acuhmu nan kecut
Menyelami gelap hatimu
Serupa kini di sekuel hidup lain
Mencoba jernihkan itu agar kelak aku minum disana

Jangan nafikan aku, jadikan aku bingkai
Bila tanpa berkenan ku bermanifes di kenangan bergambar di ruanganmu

Maaf cintaku, aku mengajari kamu


Read Users' Comments (0)

Geje

Di jahit atau di biarkan ?
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bantu aku Tuhaaaaaan
Di jahit ! ya di jahit ..
Dan hanya dengan satu tujuan,
Semoga ..

Read Users' Comments (0)

Penghambaanku - starfive

Dibanyak malam aku berdo'a
Karna diri ini trus merasa
Bagai tanah lumpur yang bernoda
Tiada bersih hanya penuh cela

Dibanyak waktu aku tersadar
Hanya dosa dan dosa terhampar
Meski tetes air mataku mengurai
Tak akan mampu dosa terlerai

Ya Allah hanya Engkau yang bisa
Ampuni hamba tunjukan cahaya
Ya Allah Engkau satu yang mampu
PertolonganMu selamatkan aku

Tiada daya aku tuk melangkah
Bertemu denganMu pun aku tak kuasa
Tapi kepada siapa lagi ku memohon
Selain kepadaMu

Dibanyak hari aku mencoba
Sebut nama untuk mengingatkan
Agar tak mengulang salah-salah yang sama
Salah yang slalu berakhir penyesalan

Memang Penghambaanku belumlah sempurna
Sgala nilai ibadah masih terpatri duniawi
Segala nilai amalan masih terbetik pujian
Ya Allah tetapkan imanku untuk terus dijalanMu

Tiada daya aku tuk melangkah
Bertemu denganMu pun aku tak kuasa
Tapi kepada siapa lagi ku memohon
Selain kepadaMu, kembali aku

Read Users' Comments (0)

Jadi ?????

Seperti biasa, sepulang dari tempat itu rasanya sama
Bingung, prihatin, benci, sayang
Kenapa mereka bisa jadi satu Tuhan ??
Sekarang apa yang harus aku perbuat ??
Apakah selalu diam dan bersikap tak peduli?
Sepertinya itu salah
Tapi apaaaaa ?????
Jadi ?????

Read Users' Comments (0)

Dua tahun yang lalu


Jam di handphone saya menunjukan pukul 01.00, ditemani urban radio dengan lagu hivi kesukaan saya sambil mengetik puisi karya seseorang tanpa bisa disebut siapa penulisnya

13 Februari 2011 (inbox hp)


Maaf aku sedikit berkhianat atas nama yang tak kau ketahui
Aku hanya laif di angin perbatasan tunggul antara asin dan tawar
Hanya pesan singkat di kertas buram, wujud hitam diatas putih
Tentang semua yang aku dan bahkan kau ketahui

Aku tabu, berkilah atas biru yang kau anggap abu
Tanpa peduli warna tinta pena picis yang kubeli
Tak prlu hitung nominalnya dengan kurs negerimu
Aku punya hitungan sendiri
Hitungan kasar atas krisis yang buat semua harga pena menjadi mahal
Mahal karena kapabilitas nama dibawah titimangsa suratku

Atas diplomasi cantikmu di puncak podium negeri nalarku
Negeri yang kala itu empty power karena konspirasimu

Kudeta eksotis tanpa cacat
Kudeta brilian disanding nama Ken Arok sekalipun

Membunuh maharajalelaku
Menculik hulubalangku
Prahara yang laif kan kuasa
Dari lukisan serat berbingkai hidupku

Maaf, aku lancang menuliskan mereka tanpa retorika.



Read Users' Comments (0)

Mukaddimah :p

Bismillah ..
Alhamdulillah banget lah tanpa disangka dan sangat tak terduga akhirnya blog ini jadi juga  :D
basi banget sih sebetulnya udah jadi mahasiswa semester dua baru punya blog, tapi apalah daya kalo baru nemu cara desainnya barusan :( gini nih gaenaknya keseringan bergantung sama orang lain tuh, segala gak bisa pan jadinya, ya karena sebetulnya ngebet juga sih pengen punya blog jadi mau gak mau otak-atik ampe nemu deeeeh hehe :)
oh ya selain punya blog baru, hari ini aku dapet ilmu baru juga, aku udah bisa maenin lagu soundtrack film terbuming dimasa kini wkwk (lebay), yaa waloupun not paling sederhana sih :)  lagu apa coba tebaaak ??? nah pinter! penyanyinya Christina Perry, judulnya "A Thousand Years", gatau kesabet jin apa tadi siang jadi kepengen belajar keyboard , gimana engga hampir setaun si keyboard nongkrong di kamar tapi fungsinya cuma jadi tempat mejeng baju cucian doang :D

Daaaaaah gloomy saturday, karena satnite-satnite yang akan datang sayah bakal terus nongkrongin blog, udah dulu yah belum binjas nih dadaaaaah :*

Read Users' Comments (0)