Dua tahun yang lalu


Jam di handphone saya menunjukan pukul 01.00, ditemani urban radio dengan lagu hivi kesukaan saya sambil mengetik puisi karya seseorang tanpa bisa disebut siapa penulisnya

13 Februari 2011 (inbox hp)


Maaf aku sedikit berkhianat atas nama yang tak kau ketahui
Aku hanya laif di angin perbatasan tunggul antara asin dan tawar
Hanya pesan singkat di kertas buram, wujud hitam diatas putih
Tentang semua yang aku dan bahkan kau ketahui

Aku tabu, berkilah atas biru yang kau anggap abu
Tanpa peduli warna tinta pena picis yang kubeli
Tak prlu hitung nominalnya dengan kurs negerimu
Aku punya hitungan sendiri
Hitungan kasar atas krisis yang buat semua harga pena menjadi mahal
Mahal karena kapabilitas nama dibawah titimangsa suratku

Atas diplomasi cantikmu di puncak podium negeri nalarku
Negeri yang kala itu empty power karena konspirasimu

Kudeta eksotis tanpa cacat
Kudeta brilian disanding nama Ken Arok sekalipun

Membunuh maharajalelaku
Menculik hulubalangku
Prahara yang laif kan kuasa
Dari lukisan serat berbingkai hidupku

Maaf, aku lancang menuliskan mereka tanpa retorika.



Read Users' Comments (0)

0 Response to "Dua tahun yang lalu"

Posting Komentar